Website Indoneisa Di Retas Hacker Australia

Website Indoneisa Di Retas Hacker Australia

Website Indoneisa Di Retas Hacker Australia
Website Indoneisa Di Retas Hacker Australia

Pada hari Sabtu malam (9/11/2013), kelompok hacker Indonesia dikejutkan dengan down atau disable-nya situs Bareskrim Mabes Polri di www.bareskrim.polri.go.id,   di tengah upaya mereka membombardir kembali situs intelijen Australia sampai kondisi 404 Not Found. Diduga hacker Australia lah yang membuat disable-nya situs Bareskrim Mabes Polri tersebut. Diperkirakan ini merupakan serangan balik hacker Australia. Soal kemungkinan akan berlanjut dan terjadinya cyber war atau perang cyber antara pihak hacker Indonesia dan hacker Australia, dikatakannya bahwa mereka siap menghadapi kemungkinan tersebut. “Kalau cyber war siap karena kami pemuda pemudi Indonesia tidak takut kpd siapapun kecuali kpd pencipta,” tegas hacker MIrza_stw. Berikut ini tampilan web yang sudah diretas :

Analisis Dari beberapa informasi diatas, nampaknya cyber war antara hacker Indonesia dengan hacker Australia akan semakin meruncing dan menjadi lebih serius. Memang semangat bela bangsa dari para pemuda penggiat dunia maya Indonesia patut diacungi jempol. Mereka memperingatkan Australia agar jangan main-main dengan Indonesia. Dalam masalah kemampuan di dunia cyber, para hacker Indonesia sangat terkenal dan berkemampuan tinggi dikalangan hacker internasional. Terbukti ASIS sebagai badan intelijen unggulan Australia situsnya mampu dibuat down 100 persen. Sementara situs-situs publik lainnya diwilayah bisnis dan badan amal Australia jelas lebih mudah di retas.

Menghukum pemerintah Australia mungkin dapat diterima dengan menyerang seperti situs ASIS misalnya, ini akan menunjukkan semangat bela bangsa yang jelas. Anonymous Australia-pun mengatakan demikian (walaupun belum tentu harus dipercaya). Kalau benar, memang pemerintah Australia menggunakan badan intelijennya melakukan pencurian data Indonesia melalui penyadapan. Menurut informasi mantan perwira intelijen Australia, mereka menyadap bidang politik, diplomasi, ekonomi dan militer Indonesia. Karena itu sulit melarang agar serangan secara acak untuk tidak diteruskan. Para pejabat sebaiknya juga tidak perlu menyampaikan dukungan terbuka serangan peretasan, karena pada dasarnya serangan hacker adalah tindakan yang tidak disukai warga dunia maya dimanapun. Serangan hacker daya rusaknya tinggi, jelas merusak, sangat mengganggu dan bisa berakibat kepada hal yang lebih luas. Target bisa mengalami kerugian yang sangat besar.

Pemerintah Indonesia seharusnya terus mempelajari efek dari kemungkinan perang cyber. Biarkan para pemuda pemudi Indonesia di era demokrasi ini menyampaikan solidaritas berbangsa dan bernegara secara individu. Tidak perlu diarahkan atau disemangati, di era demokrasi rakyat mempunyai hak menyampaikan pendapatnya. Kini mulai terjadi serangan ke Indonesia,  situs Bareskrim Polri telah di hack oleh seseorang, mungkin saja, dan bukan tidak mungkin  ini adalah peringatan dan serangan balik dari hacker Australia. Kesimpulannya, sebaiknya semuanya berfikir lebih bijak, memikirkan kemungkinan dampak yang lebih luas dari potensi cyber war. Pemerintah Indonesia dan Australia sebaiknya kembali duduk satu meja membicarakan masalah ini. Cyber war apabila diteruskan akan menimbulkan kerugian yang tidak terkirakan di kedua belah fihak. Kita menunggu kebesaran hati pejabat Australia, tetapi biasanya dengan nose up, tidak ada yang mau mengalah.

Sumber : https://downloadapk.co.id/