Viral, 2 Pelajar Di Bondowoso Alami Gangguan Jiwa Akibat Kecanduan Smartphone

Viral, 2 Pelajar Di Bondowoso Alami Gangguan Jiwa Akibat Kecanduan Smartphone

Viral, 2 Pelajar Di Bondowoso Alami Gangguan Jiwa Akibat Kecanduan Smartphone
Viral, 2 Pelajar Di Bondowoso Alami Gangguan Jiwa Akibat Kecanduan Smartphone

Dua orang pelajar asal kabupaten Bondowoso, Jawa Timur harus menjalani

perawatan secara intensif di Poli Jiwa RSUD dr Koesnadi Bondowoso, Jawa timur setalah di vonis oleh dokter keduanya mengalami gangguan kejiawaan akut. Setelah di telususi, penyebab kedua remaja yang masih berusia 17 tahun dan H 15 tahun dan berstatus pelajar dari sebuah SMP dan SMA di yang ada di Bondowoso ini cukup mencengangkan. Keduanya di vonis mengalami gangguan kejiwaan akibat kecanduan smartphone.

dr Dewi Prisca Sembiring, Sp.Kj, dokter spesialis jiwa RSUD Koesnadi membenarkan jika rumah sakit tempat ia berdinas memang sedang merawat dua pasian yang alami ganguan kajiwaan akibat kecanduan smartphone. “Kedua pasien itu terdiri atas satu siswa SMP dan satunya siswa SMA,” Jelas dr. Dewi seperti di lansir dari Antara.
Baca Juga : Raih 10 Juta Subscriber, Atta Halilintar Jadi Youtuber Dengan Subscriber Terbanyak Se-Asean
Muat Lebih

Analisa Pakar Mengenai Pembobolan Rekening Bank Milik Ilham BintangJadi Youtuber Gaming,

Nenek 89 Tahun Ini Jago Main GTA dan CoDPewDiePie Hapus Akun Twitter, Ada Apa ?

Dalam keterangannya pihak RSUD Koesnadi menyebut jika kedua pasian berinisial A (17th) dan H (15th) sering berperilaku yang tidak wajar ketika di minta untuk tidak bermain smartphone. Bahkan salah satu di antara mereka kerap membentur-benturkan kepalanya ke tembok ketika sudah sangat ingin menggunakan gadget namun di larang oleh kedua orang tuanya.

Masalah gangguan kejiwaan yang di alamai oleh kedua pelajar ini mungkin belum masuk dalam kategori “gila”, namun mereka memiliki tekanan atau depresi yang cukup berat yang harus segera memerlukan tindakan perawatan.
Baca Juga : Abu Janda Tuntut Facebook Rp 1 Triliun, Ada Apa?

Oleh para dokter yang menanganginya, kedua pelajar ini sempat dilakukan sebuah tes kejiwaan

yang di beri nama psikotest. Hasilnya cukup mengejutkan, di mana salah satu remaja tersebut memberikan jawaban yang mengidentifikasikan dirinya sebagai pembunuh atau psikopat.

Sementara itu, dalam test yang di lakukan ketika di tanya siapa orang yang paling dibencinya jawabannya cukup membuat kita geleng-geleng kepala. Remaja tersebut menjawab orang yang paling di bencinya adalah kedua orang tuanya. Mereka mengaagap orang tuanya yang sebagai penghalang antara dirinya dan gadget.

“Bahkan si anak sudah pada taraf tidak mau sekolah. Akhirnya dibawa ke poli jiwa. Kami menemukan bahwa awalnya anak menjadi sangat dekat dengan gadget dan laptop karena tugas-tugas sekolah. Waktu itu hampir semua tugas-tugas sekolah menggunakan teknologi ini, sehingga si anak kemana-mana membawa laptop,” ungkap dr Dewi.

 

Sumber :

https://mlwcards.com/