Taqlid, Ittiba’ dan Talfiq

Taqlid, Ittiba’ dan Talfiq

Taqlid, Ittiba’ dan Talfiq

Kata taqlid berasal dari bahasa Arab yakni kata kerja “Qallada”, yaqallidu’, “taglidan”, artinya meniru menurut seseorang dan sejenisnya.

Kata taqlid berasal dari bahasa Arab yakni kata kerja “Qallada”, yaqallidu’, “taglidan”, artinya meniru menurut seseorang dan sejenisnya.

Adapun taqlid yang dimaksud dalam istilah ilmu ushul fiqih adalah :

قَبُوْلُ قَوْلِ اْلقَائِلِ وَأَنْتَ لاَ تَعْلَمُ مِنْ أَيْنَ قَالَهُ .

“Menerima perkataan orang lain yang berkata, dan kamu tidak mengetahui alasan perkataannya itu.’’

 

Kata ‘’Itibbaa’a’’ berasal dari bahasa Arab, yakni dari kata kerja atau fi’il “Ittaba’a”, “Yattbiu” ”Ittiba’an”, yang artinya adalah mengikut atau menurut.

Ittiba’ yang dimaksud di sini adalah:

قَبُوْلُ قَوْلِ اْلقَائِلِ وَأَنْتَ تَعْلَمُ مِنْ أَيْنَ قَالَهُ .

“Menerima perkataan orang lain yang berkata yang berkata, dan kamu mengetahui alasan perkataannya.”

 

Talfiq menurut bahasa adalah menutup, menambal, tak dapat mencapai dan lain sebagainya. Adapun “Talfiq” yang dimaksudkan dalam pembahasan ilmu ushul fiqh adalah:

اَلْعَمَلُ بِحُكْمِ مُؤَلَّفٍ بَيْنَ مَذْهَبَيْنِ أَوْ أَكْثَر

“Mengamalkan satu hukum yang terdiri dari dua mazhab atau lebih.”

 

Sumber :

https://nashatakram.net/zanco-tiny-t1-ponsel-terkecil-di-dunia/