Sistem klasifikasi tanah ini berbeda dengan sistem yang sudah ada sebelumnya

Sistem klasifikasi tanah ini berbeda dengan sistem yang sudah ada sebelumnya

Sistem klasifikasi tanah ini berbeda dengan sistem yang sudah ada sebelumnya
Sistem klasifikasi tanah ini berbeda dengan sistem yang sudah ada sebelumnya

 

 Sistem klasifikasi ini memiliki keistimewaan terutama dalam hal:

  1. Penamaan atau Tata Nama atau cara penamaan.
  2. Definisi-definisi horison penciri.
  3. Beberapa sifat penciri lainnya.

 

Sistem klasifikasi tanah terbaru ini memberikan Penamaan Tanah

berdasarkan sifat utama dari tanah tersebut. Menurut Hardjowigeno (1992) terdapat 10 ordo tanah dalam sistem Taksonomi Tanah USDA 1975 dengan disertai singkatan nama ordo tersebut, adalah sebagai berikiut:

  1. Alfisol –> disingkat Alf
  2. Aridisol –> disingkat Id
  3. Entisol –> disingkat Ent
  4. Histosol –> disingkat Ist
  5. Inceptisol –> disingkat Ept
  6. Mollisol –> disingkat Oll
  7. Oxisol –> disingkat Ox
  8. Spodosol –> disingkat Od
  9. Ultisol –> disingkat Ult
  10. Vertisol –> disingkat Ert

Selanjutnya, sistem klasifikasi tanah ini telah berkembang dari 10 ordo pata tahun 1975 menjadi 12 ordo tahun 2003 (Rayes, 2007). Kedua-belas ordo tersebut dibedakan berdasarkan:

  1. ada atau tidaknya horison penciri,
  2. jenis horison penciri, dan
  3. sifat-sifat tanah lain yang merupakan hasil dari proses pembentukan tanah, meliputi:
  4. penciri khusus, dan
  5. penciri lainnya.

 

Horizon Penciri terdiri dari dua bagian:

  1. Horizon atas (permukaan) atau epipedon, dan
  2. Horizon bawah atau endopedon.

 

Epipedon atau horison atas / permukaan penciri dibedakan dalam 8 kategori (Soil Survey Staff, 2003), yaitu:

  1. Epipedon Mollik,
  2. Epipedon Umbrik,
  3. Epipedon Okrik,
  4. Epipedon Histik,
  5. Epipedon Melanik,
  6. Epipedon Anthropik,
  7. Epipedon Folistik, dan
  8. Epipedon Plagen.

Endopedon atau horizon bawah penciri dibedakan menjadi 13 (Soil Survey Satff, 2003), yiatu:

  1. Horizon Argilik,
  2. Horizon Kambik,
  3. Horizon Kandik,
  4. Horizon Kalsik,
  5. Horizon Oksik,
  6. Horison Gipsik,
  7. Horizon Petrokalsik,
  8. Horizon Natrik,
  9. Horizon Plakik,
  10. Horizon Spodik,
  11. Horizon Sulfuric,
  12. Horizon Albik.

 

Beberapa Sifat Penciri Khusus, adalah:

  1. Konkresi
  2. Padas (pan)
  3. Fraipan (duripan)
  4. Plintit
  5. Slickenside
  6. Selaput liat
  7. Kontak litik
  8. Kontak paralithik.

Beberapa Sifat Penciri Lain, adalah:

  1. Rezim suhu tanah,
  2. Rezim lengas tanah, dan
  3. Sifat-sifat tanah Andik.

Rezim suhu tanah dibedakan dalam 3 kategori, yaitu:

  1. Mesic merupakan suhu tanah rata-rata tahunan 8oC s/d 15oC.
  2. Thermic merupakan suhu tanah rata-rata tahunan 15oC s/d 22oC.
  3. Hyperthermic merupakan suhu tanah rata-rata tahunan > 22oC.

Istilah iso (iso-mesic, iso-thermic, iso-hyperthermic) digunakan untuk menunjukkan perbedaan suhu tanah rata-rata musim panas dan musim dingin < 6˚ C). Rezim lengas tanahdibedakan dalam 4 kategori, yaitu:

  1. Aquic: tanah hampir selalu jenuh air, sehingga terjadi reduksi dan ditunjukkan oleh adanya karatan dengan chroma rendah (chroma < 2 dan value < 4).
  2. Perudic: curah hujan setiap bulan selalu melebihi evapotranspirasi.
  3. Udic: tanah tidak pernah kering selama 90 hari (kumulatif) setiap tahunnya.
  4. Ustic: tanah setiap tahunnya kering lebih dari 90 hari (kumulatif) tetapi kurang dari 180 hari.
  5. Sumber : https://www.kuliahbahasainggris.com/