Setahun Disdik Sanggup Perbaiki 400 Ruang Kelas

Setahun Disdik Sanggup Perbaiki 400 Ruang Kelas

Setahun Disdik Sanggup Perbaiki 400 Ruang Kelas
Setahun Disdik Sanggup Perbaiki 400 Ruang Kelas

Masalah sekolah rusak kerap menjadi momok bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab)

Bogor, khususnya Dinas Pendidikan (Disdik) sebagai leading sector yang menaungi masalah ini. Sementara kondisi sekolah rusak hampir terjadi merata di berbagai tingkat, mulai dari SD, SMP dan SMA. Padahal, Dis­dik Kabupaten Bogor hanya menda­patkan anggaran perbaikan khusus tingkat SD dan SMP.

“Kalau SMA dan SMK negeri itu ra­nahnya ada di Dinas Pendidikan Pro­vinsi. Sedangkan madrasah oleh Ke­menterian Agama,” ujar Kepala Disdik Kabupaten Bogor, Tb Luthfie Syam. Untuk itu, bila ada keluhan madrasah atau SMA rusak, pihaknya tak bisa ber­buat banyak.

“Kami hanya memberikan rekomen­dasi. Seperti tahun lalu ada 164 ruang kelas baru dan rehabilitasi sekolah swasta

yang selesai dibangun. Itu ang­garan dari Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD). Anggaran kami khusus untuk SDN dan SMPN yang menyangkut sarana prasarana (sarpras), dalam hal ini ruang kelas, mebeler, fasilitas lain dan tenaga pen­didik (tendik), termasuk guru, kepala sekolah, pengawas dan sebagainya,” bebernya.

Ia mengakui masih banyak sekolah rusak yang harus segera dituntaskan. Sebab

, bangunan sekolah saat ini ke­banyakan hasil peninggalan di era 1974-1983 saat munculnya instruksi presiden (inpres). “Memang karena faktor usianya juga, makanya banyak bangunan rusak,” kata mantan kasat­pol PP Kabupaten Bogor itu. Ia men­jelaskan, untuk perbaikan SD dan SMP berstatus negeri pihaknya mengan­dalkan beberapa sumber selain APBD murni. Yakni, Dana Alokasi Khusus (DAK) atau APBN dan bantuan pro­vinsi. Saat ini jumlah ruang kelas ru­sak sudah menurun, yakni sekitar 900 dari 12.000 ruang kelas yang harus diperbaiki karena kondisinya rusak berat

 

Baca Juga :