Selama Bahan Bongkaran Masih Tetap Terletak di Atas Benda Terperkara, Eksekusi Belum Selesai

Selama Bahan Bongkaran Masih Tetap Terletak di Atas Benda Terperkara, Eksekusi Belum Selesai

Selama Bahan Bongkaran Masih Tetap Terletak di Atas Benda Terperkara, Eksekusi Belum Selesai

Dalam hal pembongkaran pagar dari alas tanah terperkara. Selama bahan bongkaran pagar belum dikeluarkan atau dikosongkan dart atas tanah terperkara, menurut hukum eksekusi belum selesai dan sempurna. Eksekusi baru dianggap sempuma apabila hasil bongkaran telah dikeluarkan dari atas tanah terperkara. Pengertian hukum ini perlu disadari oleh Ketua Pengadilan Negeri yang bersangkutan. Karena dalam praktik, sering timbul anggapan yang menyatakan eksekusi telah selesai dan sempurna dengan tindakan pembongkaran saja, tanpa dilanjutkan pengeluaran bahan bongkaran dari atas benda terperkara. Sikap ngotot mempertahankan anggapan yang keliru ini merupakan ketidakpahaman pejabat yang bersangkutan akan anti eksekusi. Padahal dalam kasus eksekusi pembongkaran terdapat suatu prinsip hukum, yaitu : pembongkaran dan pengeluaran bahan bongkaran dari atas benda terperkara merupakan satu kesatuan yang tidak terpisah. Asas atau prinsip ini dapat dikonstruksi dari tujuan eksekusi. Tujuan eksekusi dalam pembongkaran adalah membebaskan tanah atau benda terperkara dari scgala sesuatu yang merintangi dan mengganggu keleluasaan pemohon eksekusi menguasai dan menikmati benda terperkara.

Bertitik tolak dari konstruksi tujuan tersebut, pembongkaran yang tidak diharengi berita acara pengeluaran bahan bongkaran dari benda terperkara merupakan cacat yang melekat pada eksekusi tersebut. Selama cacat itu belum dihilangkan eksekusi dianggap belum selesai dan sempurna. Cara menghilangkan cacat tersebut dengan jalan mengeluarkan bahan bongkaran dari benda terperkara.

  1. Tempat Meletakkan atau Menyimpan Bahan Bongkaran

Kemudian mengenai penempatan bahan bongkaran, hal ini berkaitan erat dengan asas hukum, yakni selama bahan bongkaran belum dikeluarkan dari atas benda terperkara, maka eksekusi belum sempurna dan seiesai. Oleh sebab mau tidak mau, bahan bongkaran harus dikeluarkan, dan pengeluaran dengan sendiñnya berkaitan exat dengan penempatan atau penyimpanan. Sebenarnya pengeluaran dan bongkaran berkaitan langsung dengan soal penempatan atau penvimpanan, karena bahan bongkaran merupakan hak milik tereksekusi (pihak yang kalah), yang mesti dilindungi pada setiap eksekusi pengosongan maupun pembongkaran. Walaupun tereksekusi pihak yang kalah, tidak berarti hak miliknya tidak dilindungi. Apabila pada saat eksekusi tersangkut hak milik pihak tereksekusi di atas benda yang dieksekusi,hak miliknya itu mesti dilindungi keselamatannya.

Cara melindungi dan menjaga keselamatan hak milik tereksekusi, dengan jalan menyimparmya pada suatu tempat. Mengenai tempat penyimpanan bahan bongkaran sarna persis caranya dengan penyimpanan harta milik tereksekusi pada eksekusi pengosongan, yaitu berdasarkan Pasal 197 ayat (9) HIR atau Pasal 212 RBg.