RISIKO SAMPLING DALAM PENGUJIAN SUBSTANTIF

RISIKO SAMPLING DALAM PENGUJIAN SUBSTANTIF

RISIKO SAMPLING DALAM PENGUJIAN SUBSTANTIF

Untuk sample yang dipilih secara random, resiko sampling ini dapat ditentukan secara pasti. Untuk sample yang dipilih secara non random resiko sampling tidak dapat ditentukan secara pasti. Risiko sampling berkaitan dengan pengambilan simpulan atas populasi (keseluruhan data) yang hanya didasarkan atas pengujian terhadap sampel. Risiko sampling terjadi jika sampel tidak representatif terhadap populasinya. Untuk mengatasi hal ini, auditor harus merencanakan sampling auditnya sedemikian rupa agar sampel menjadi representatif. Auditor harus menerapkan pertimbangan profesional dalam menentukan risiko sampling.

Risiko sampling pada pengujian substantif ada dua, yaitu: “risiko keliru menolak” dan “risiko keliru menerima”. Risiko sampling tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Sample Populasi
Salah Saji ≤ TS Salah Saji > TS
Salah Saji ≤ TS (populasi disimpulkan tidak mengandung salah saji) Kesimpulan benar Kesimpulan salah – salah tipe I (risiko keliru menerima)
Salah Saji > TS (populasi disimpulkan mengandung salah saji) Kesimpulan salah – salah tipe II (risiko keliru menolak) Kesimpulan benar

TS = Toleransi Salah saji

 

Sumber : https://ekonomija.org/