Pusat Bahasa Uniku Gelar TAEP dan Pelatihan BIPA

Pusat Bahasa Uniku Gelar TAEP dan Pelatihan BIPA

Pusat Bahasa Uniku Gelar TAEP dan Pelatihan BIPA
Pusat Bahasa Uniku Gelar TAEP dan Pelatihan BIPA

Test of Academic English Proficiency” atau yang dikenal dengan nama “TAEP”

dan “Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing” atau “BIPA” akan digelar oleh Pusat Bahasa Universitas Kuningan dalam kurun waktu yang berdekatan.

Sabtu, 7 Desember 2019, TAEP akan digelar di Gedung Student Center Iman Hidayat Kampus I Universitas Kuningan, dan masih di kampus yang sama, Senin s/d Rabu, 9 – 11 Desember 2019 BIPA digelar di Aula FKIP Universitas Kuningan.

“TAEP adalah tes kemampuan bahasa Inggris yang sertifikatnya berlaku nasional dan internasional (seperti negara Australia dan negara-negara di eropa) yang memiliki masa validitas selama 2 tahun. TAEP yang diselenggarakan pada 7 Desember 2019 ini merupakan salah satu bentuk realisasi kerjasama antara Uniku dengan UMM,” ujar Kepala Pusat Bahasa Uniku, Marwito Wihadi, kepada tim uniku.ac.id, Jumat (29/11/2019).

Ditambahkannya, sertifikat TAEP dapat digunakan sebagai syarat kelulusan mahasiswa

, pengajuan beasiswa, dan pendaftaran CPNS.

“Sertifikat TAEP diantaranya dapat digunakan sebagai syarat kelulusan mahasiswa dan pengajuan beasiswa bagi mahasiswa, sedangkan untuk umum dapat digunakan sebagai salah satu syarat pendaftaran CPNS. Pendaftaran TAEP dibuka tanggal 1 September 2019 – 4 Desember 2019. Pendaftar cukup membayar biaya Rp. 20.000,- untuk registrasinya. Untuk pendaftaran ditempat, biayanya Rp. 30.000,-. Selain secara langsung, pendaftaran juga dapat dilakukan melalui transfer ke nomor rekening BNI 0847310577 atas nama Endang Darsih.” jelasnya.

Setelah melakukan pendaftaran, maka diwajibkan untuk mendaftar online melalui linkBilamana ingin mendapatkan sertifikatnya, maka dapat menghubungi Pusat Bahasa dengan membayar biaya Rp. 100.000,-.

Sedangkan BIPA adalah program pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia

(berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan) bagi penutur asing.

“Dengan semakin banyaknya mahasiswa asing yang menuntut ilmu di Indonesia, Bahasa Indonesia menjadi salah satu Bahasa yang harus dikuasai oleh mereka. Begitu pun dengan keberadaan Bahasa Indonesia di luar negeri yang memang dipandang penting untuk dipelajari oleh para akademisi disana,” ujarnya.

 

Baca Juga :