Prabowo Sebut Pemerintahan Lemah adalah Tantangan Bangsa

Prabowo Sebut Pemerintahan Lemah adalah Tantangan Bangsa

Hari Kedua Jadi Gubernur, Anies Hadiri Acara Gerindra
Hari Kedua Jadi Gubernur, Anies Hadiri Acara Gerindra

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan pemerintahan

yang lemah dan tak efisien adalah tantangan dan berbahaya bagi bangsa Indonesia.

Hal tersebut diutarakan Prabowo saat menjadi pembicara di Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP), Jakarta, Sabtu (21/10)

“Kalau sistem pemerintahan lemah, tidak efisien,” ujar Prabowo.

Lihat juga:’Cuma Prabowo Lawan Tangguh Jokowi di 2019′

Mantan kandidat dalam pilpres 2014 itu pun menegaskan saat ini kondisi di Indonesia adalah pembangunan tidak menetes hingga rakyat kecil. Hal tersebut salah satunya terjadi akibat korupsi.

“Terjadi instabilitas, juga tambah kesenjangan antara kaya dan miskin. Di republik kita hanya dikuasai oleh 1 persen paling atas,” kata Prabowo.

“Itu dibuktikan oleh gini ratio yg diakui oleh Bank Dunia. Gini ratio kita sekitar 41. Artinya 1 persen kuasai 41 persen kekayaan republik kita.”

Lihat juga:SBY Pandang Kinerja Jokowi Sebaiknya Tak Dinilai Berlebihan

Hal-hal itu, sambung Prabowo, akan menyulitkan untuk mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang sejahtera.

Prabowo pun menyinggung perihal persaingan bangsa Indonesia di tingkat global. Ia mengatakan pemerintah pun harus menjamin keamanan bagi rakyat Indonesia di tengah persaingan antarnegara di dunia.

“Kondisi bangsa harus kita akui, kita lemah,” kata Prabowo yang

 

Baca Juga :