Pemerataan Pembangunan Berdampak pada Peningkatan Pendidikan

Pemerataan Pembangunan Berdampak pada Peningkatan Pendidikan – Pemerataan pembangunan di semua wilayah Indonesia mutlak mesti dilaksanakan demi terciptanya keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia di segala bidang.

Dengan begitu, kepandaian pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla mengerjakan pembangunan di wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak tersentuh paling tepat. Teddy Yulianto, Ketua Yayasan Teddy Yulianto berpendapat, pemberian gelar dari KADIN untuk Presiden Jokowi sebagai Tokoh Pemerataan Pembangunan pada September 2018 kemudian tidak berlebihan dan paling pantas.

“Semuanya mengakui, di era pemerintahan Jokowi-JK pemerataan pembangunan terjadi. Papua, Maluku Utara, NTT, dan tidak sedikit daerah beda yang sebelumnya tidak tersentuh, kini ini sudah dibangun sekian banyak infrastruktur pendukung supaya terjadi pemerataan di segala bidang,” kata untuk wartawan di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (9/11/2018).

Sebagai aktivis peduli pendidikan, Teddy mengakui pembangunan yang telah dilaksanakan pemerintah memudahkan masyarakat mendapatkan edukasi yang layak.

“Contohnya, bila sebelumnya untuk mengarah ke sekolah masyarakat mesti berputar-putar jalannya, kini begitu terdapat jembatan mereka lebih cepat sampai,” ujar caleg DPRD DKI dapil Jaksel ini.

Tak melulu infrastruktur jalan saja. Pembangunan dan pemerataan di bidang informasi pun dilakukan. Masuknya satelit komunikasi ke pelosok-pelosok wilayah sangat menolong masyarakat guna mendapatkan informasi dengan cepat.

“Daerah yang sebelumnya susah mendapatkan akses internet kini sudah dapat. Memang belum semua wilayah terpenuhi, namun saya yakin tidak lama lagi akan menikmati juga,” imbuh Teddy.

Teddy pun menyebut soal Program Keaksaraan berbasis teknologi internet yang akan dikenalkan pihaknya pada Desember 2018 mendatang. Dia bercita-cita dengan program ini menjadi di antara solusi dalam menambah pendidikan rakyat Indonesia.

“Kami sudah mempersiapkan channel sendiri di YouTube yang bisa diakses semua rakyat Indonesia. Konten-konten yang ada paling edukatif dan unik untuk anak-anak. Di channel ini masyarakat pun dapat bertanya soal latihan yang tidak mereka memahami atau tidak cukup pahami,” jelasnya.

“Kami bakal terus mengembangkan dan membuat inovasi-inovasi dalam bidang edukasi masyarakat yang berkualitas dan murah pastinya,” tambah Teddy.

Lulusan University Auckland, New Zealand ini mengaku mereka yang tercebur dalam Program Keaksaraan ini adalahorang-orang profesional di bidangnya masing-masing.

Sumber: https://bit.ly/2KqzyMX