Metode Sampling Statistik Lainnya

Metode Sampling Statistik Lainnya

Metode Sampling Statistik Lainnya
Metode Sampling Statistik Lainnya
b. Metode Sampling Statistik Lainnya
Berikut ini diuraikan dua metode sampling statistik lain yang dapat digunakan untuk pengujian pengendalian.
a. Sampling Penemuan (Discovery/Exploratory Sampling)
Sampling Penemuan adalah teknik sampling yang bertujuan untuk menemukan suatu kejadian serius atau penyimpangan yang perlu mendapat perhatian dalam populasi yang diuji. Sampling penemuan hendaknya diterapkan untuk menguji ketaatan terhadap ketentuan yang tidak ada toleransi atas satu penyimpangan pun.
b. Sampling Penerimaan (Acceptance Sampling)
Sampling Penerimaan adalah teknik sampling yang bertujuan untuk menentukan sikap, menerima (accept) atau menolak (reject) populasi. Unit sampelnya ditetapkan dari Tabel Ukuran Sampel untuk Sampling Penerimaan. Hal yang harus ditetapkan lebih dahulu, sehingga tabel itu dapat dipakai, adalah: unit populasi (N), probabilitas penerimaan, dan estimasi penyimpangan dalam populasi (EPDR). Sikap auditor ditetapkan dengan membandingkan acceptance number dengan jumlah penyimpangan yang ditemukan dalam sampel:
– Jika kesalahan dalam populasi tidak melebihi acceptance number, populasi diterima
– Jika kesalahan dalam populasi melebihi acceptance number, populasi ditolak
Dalam audit, menerima populasi berarti menyatakan pengendalian intern handal, sebaliknya menolak populasi, berarti menyatakan pengendalian intern lemah.
Sampling Non Statistik
Pada sampling non statistik, unit sampel dan evaluasi hasil samplingnya dilakukan berdasarkan judgement, tanpa menggunakan formula/rumus yang baku. Pemilihan sampelnya boleh dilakukan secara acak dan non acak. Contohnya:
(1) Menyusun Rencana Audit.
Yang paling utama ditetapkan pada tahap ini adalah:
– Tujuan audit, misalnya menilai ketaatan pengadaan barang dan jasa terhadap pagu anggaran.
– Toleransi penyimpangan (TDR), sebagai bahan pertimbangan untuk membuat simpulan hasil audit, misalnya ditetapkan TDR = 2%.
(2) Menetapkan Unit Sampel
Unit sampel (n) ditetapkan berdasarkan judgement, tanpa menggunakan rumus atau formula tertentu, misalnya: n = 30 unit.
(3) Memilih Sampel
Pemilihan sampel boleh acak boleh pula tidak acak.
(4) Menguji Sampel dan Mengestimasi Keadaan Populasi
Pengujian sampel bertujuan untuk mengetahui keadaan sampel, misalnya dari sampel sebanyak 30 diatas ditemukan ada satu kegiatan pengadaan yang melebihi pagu anggaran.
Tingkat penyimpangan dalam sampel (sampling deviation rate/SDR) adalah 1/30 = 3,3%. Kondisi ini dianggap sama dengan populasi.
(5) Membuat Simpulan Hasil Audit
Simpulan dibuat berdasarkan perbandingan SDR dan TDR. Dalam hal ini SDR > TDR, berarti pengendalian pagu anggaran pengadaan lemah.