Mengecoh Pengkhianat

Mengecoh Pengkhianat

Seorang lelaki menitipkan duwit kepada sekretaris Hakim lyas r.a. sebelum berangkat jalankan perjalanan. Namun, kala ia kembali dan hendak mengambil alih titipannya, sekretaris itu membantah sudah terima titipan tersebut. Lelaki itu merasa tertipu, kelanjutannya melaporkan kepada atasan sekretaris tersebut, yakni Hakim lyas r.a.

Laporan tersebut didengar lyas r.a. bersama saksama dan berjanji dapat menanganinya bersama segera. la tidak menyangka bawahannya dapat berlaku curang dan picik layaknya itu. Lalu, ia bertanya kepada orang tersebut, “Apakah engkau berikan jelas sekretarisku bahwa engkau dapat menemuiku?”

“Tidak,” jawab lelaki itu.

“Apakah engkau sudah memperkarakan persoalan ini kepada orang lain?” bertanya lyas r.a. kembali.

“Belum,” jawabnya lagi.

lyas r.a. sesudah itu berpesan, “Pergilah sekarang, rahasiakan persoalan ini dan kembalilah menemuiku dua hari lagi.”

Lelaki itu pun pergi, sementara lyas r.a. memanggil sekretarisnya yang sudah menggelapkan harta titipan orang lain seraya berkata, “Telah sampai kepadaku sejumlah besar harta benda dan saya inginkan menitipkan kepadamu, apakah kiranya engkau bisa melindungi harta benda itu di rumahmu?”

la menjawab senang, “Tentu, Tuanku,”

Dua hari berlalu, lelaki yang uangnya digelapkan oleh si sekretaris berkunjung kembali menemui lyas r.a. sesuai kesepakatan. lyas r.a. berkata, “Sekarang datanglah kepada sekretarisku dan mintalah uangmu kembali. Jika ia memberikannya, ambillah. Namun, kecuali ia mangkir, katakanlah kepadanya bahwa kau dapat melaporkan persoalan itu kepadaku.”

Lelaki itu pun segera menemui sekretaris itu dan jalankan apa yang direkomendasikan oleh lyas r.a. la berseru, “Kembalikanlah uangku atau kau dapat saya laporkan kepada atasanmu!”

Tanpa harus menunggu lama, sekretaris itu segera mengembalikan uangnya tanpa kendala berarti. Lelaki itu pun suka bukan main dan merasa penasaran bersama taktik lyas r.a. yang membawa dampak sekretaris itu senang mengembalikan uangnya.

Ketika ditanya, lyas r.a. menjawab, “Aku sudah tawarkan kepadanya titipan harta yang berlimpah dan ia menyanggupinya. la kuatir perkaranya denganmu dapat kurangi kepercayaanku kepadanya. Maka ia segera mengembalikan uangmu bersama harapan kau tidak melaporkan perkara tersebut kepadaku.”

Lelaki itu pun terpesona dapat kecerdasan Hakim lyas r.a. Sementara itu, sekretaris yang berhati busuk berkunjung menemui lyas r.a. untuk mengambil alih harta benda yang hendak dititipkan kepadanya. Namun, kedatangannya disambut bersama gertakan atasannya, “Menjauhlah dariku, wahai pengkhianat!”

Sumber : https://tokoh.co.id/

baca juga :