MEKANISME PENENTUAN MARJIN DALAM BANK SYARIAH

MEKANISME PENENTUAN MARJIN DALAM BANK SYARIAH

Secara teknis, yang dimaksud marjin keuntungan adalah peresentase tertentu yang diterapkan per tahun perhitungan marjin keuntungan secara harian, maka jumlah hari dalam setahun ditetapkan 360 hari, perhitungan marjin keuntungan secara bulanan, maka setahun ditetapkan 12 bulan.

MEKANISME PENENTUAN MARJIN DALAM BANK SYARIAH

  1. Referensi Marjin Keuntungan

Yang dimaksud dengan Referensi Marjin Keuntungan adalah marjin keuntungan yang ditetapkan dalam rapat ALCO Bank syariah. Penetapan marjin keuntungan pembiayaan berdasarkan rekomendasi, usul dan saran dari tim ALCO Bank Syariah, dengan mempergunakan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Direct Compotiter’s Market Rate (DCMR), ialah tingkat marjin keuntungan rata-rata perbankan syariah.
  2. Indirct Competitor’s Market Rate (ICMR), ialah tingkat suku bunga rata-rata perbankan konvensional.
  3. Expected Competitive Return for Investors (ECRI), target bagi hasil kompetitif yang diharapkan dapat diberikan kepada dana pihak ketiga.
  4. Acquiring Cost, biaya yang dikeluarkan oleh bank yang langsung terikat dengan upaya yang dikeluarkan oleh bank yang langsung terikat dengan upaya untuk memperoleh dana pihak ketiga
  5. Overhead Cost, biaya yang dikeluarkan oleh bank yang tidak langsung terikat dengan upaya untuk memperoleh dana pihak ketiga.
  1. Penetapan Harga Jual 

Setelah memperoleh referensi marjin keuntungan, bank melakukan penetapan harga jual. Harga jual adalah penjumlahan harga jual/harga pokok/harga perlehan bank dan marjin keuntungan.

  1. Pengakuan Angsuran Harga Jual

Pengakuan angsuran dapat dihitung dengan menggunakan empat metode, yaitu :

  1. Metode marjin keuntungan menurun (sliding) ialah perhitungan marjin keuntungan yang semakin menurun sesuai dengan menurunnya harga pokok sebagai akibat adanya cicilan/angsuran harga pokok yang dibayar nasabah setiap bulan menurun.
  2. Marjin keuntungan rata-rata ialah marjin keuntungan menurun yang perhitungannya secara tetap dan jumlah angsuran dibayar nasabah tetap setiap bulan
  3. Marjin keuntungan flat ialah perhitungan marjin keuntungan terhadap nialai harga pokok pembiayaaan secara tetap dari satu periode ke periode lainnya, walaupun baki debetnya menurun sebagai akibat dari adanya angsuran harga pokok
  4. Marjin keuntungan annuitas ialah marjin keuntungan yang diperoleh dari perhitungan secara annuitas. Yakni suatu cara pengembalian pembiayaan dengan pembayaran angsuran harga pokok dan marjin keuntungan secara tetap. Perhitungan ini akan menghasilkan pola angsuran harga pokok yang semakin membesar dan marjin keuntungan yang semakin menurun.
  1. Persyaratan untuk perhitungan marjin keuntungan

Marjin keuntungan = f (plafond) hanya bisa dihitung apabila komponen-komponen yang dibawah ini :

  1. Jenis perhitungan marjin keuntungan
  2. Plafond pembiayaan sesuai jenis
  3. Jangka waktu pembayaran
  4. Tingkan marjin keuntungan pembiayaan
  5. Pola tagihan atau jatuh tempo tagihan (baik harga pokok maupun marjin keuntungan). Tanggal jatuh tempo tagihan merupakan tanggal yang tidak termasuk dalam perhitungan dari marjin keuntungan.

sumber :

https://multiply.co.id/lumino-city-apk/