Masyarakatkan Segera Tombol Panik

Masyarakatkan Segera Tombol Panik

Masyarakatkan Segera Tombol Panik

Kriminolog Universitas Padjajaran Yesmil Anwar menyambut baik adanya teknologi

tombol panik yang diluncurkan Pemerintah Kota Bandung. Dirinya menilai, pihak terkait harus melakukan sosialisasi dengan bahasa yang memasyarakat agar bisa diterima di seluruh lapisan, baik kalangan menengah bawah maupun atas. ’’Ini merupakan sebuah langkah pencegahan dari suatu tindakan kriminalitas untuk melihat peta kejahatan melalui panic button,’’ kata dia kepada Bandung Ekspres kemarin (9/8).

Yesmil memandang, tombol panik sangat menunjang masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di kota besar yang memiliki tingkat kejahatan sangat tinggi. ’’Jangan kita tolak, tapi jangan kita terima sebelum ada treatment. Perlu sosialisasi agar memasyarakat dan fasilitasnya bisa dipakai semua orang,’’ tegas dia.

Aksi kejahatan dan kriminalitas di kota besar seperti Bandung, sudah masuk katagori rawan

. Mulai dari pencurian, penjambretan, prampokan, hingga pembunuhan, hampir bisa ditemukan setiap hari. Berdasarkan data kepolisian, selama Ramadan dan Lebaran terjadi tindak pidana pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan pemberatan hingga pencurian dengan kekerasan (C3).

’’Kalau dibandingkan dengan tahun lalu malah turun. Namun tahun ini rasanya kontinyu, karena kejadiannya dalam masa dan waktu yang rapat,’’ ujar Kepala Polrestabes Bandung Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol, belum lama ini.

Mengenai penanganan ketika mendapat kode dari Bandung Command Center

(BCC), Yoyol menjelaskan, pihaknya tinggal meluncur ke lokasi yang ditunjukkan. Pasalnya, setiap mobil patroli yang menjaga di beberapa titik Kota Bandung telah dilengkapi GPS (global positioning system). ’’Jika ada panggilan, kita lihat patroli kita ada di mana. Nah posisi patroli di mana yang paling terdekat. Kalau gak macet, gak sampai sepuluh menit,’’ sahut dia.

 

sumber :

https://merpati.co.id/seva-mobil-bekas/