MACAM – MACAM TALAK

 MACAM – MACAM TALAK

 MACAM – MACAM TALAK

Dilihat dari segi kondisi istri yang ditalak, maka talak terbagi menjadi 2 macam, yaitu :

  1. Talak Sunni

Yaitu talak yang dijatuhkan oleh suami pada istrinya dalam keadaan suci dan tidak disetubuhi dalam masa suci itu.

  1. Talak Bid’ah

Yaitu talak yang dijatuhkan oleh suami kepada istrinya dalam keadaan menstruasi (haidl) atau dalam keadaan suci tetapi telah disetubuhi saat dijatuhkan talak.

Jumhur Ulama telah sepakat mengatakan, bahwa talak sunni adalah talak yang dianggap halal. Sedangkan talak bid’ah hukumnya haram, namun sah talaknya.

Dilihat dari boleh atau tidaknya suami merujuk atau kembali kepada istrinya, maka talak dibagi menjadi 2 macam, yaitu :

1)    Talak Roj’i

Yaitu talak yang dijatukhan oleh suami kepada istrinya talak ke satu atau ke dua kali atas inisiatif suami. Talak ini memberi hak kepada suami untuk merujuk atau kembali kepada istrinya yang telah ditalak dengan atau cukup mengatakan “ Aku telah merujukmu kembali ” tanpa melalui akad nikah baru, jika istri dalam masa iddah, dan disunnahkan pada saat rujuk tersebut menghadirkan dua orang saksi yang adil.  Jika masa iddahnya telah berakhir dan suami belum merujuknya, maka dengan demikian telah terjadi talak ba’in terhadapnya.

2)    Talak Ba’in

Yaitu talak yang tidak memberikan hak kepada suami untuk merujuk atau kembali kepada istrinya kecuali melalui akad nikah baru. Talak Ba’in dibagi menjadi 2 macam, yaitu :

  1. a)Talak Ba’in Sughro

Misalnya talak pertama atau kedua yang didahului oleh tebusan (iwadl) dari pihak istri, atau talak terhadap istri yang belum pernah dikumpuli. Suami yang menjatuhkan talak ba’in sughro tidak boleh merujuk atau kembali kepada istrinya kecuali dengan akad nikah yang baru.

  1. b)Talak Ba’in Kubro

Yaitu talak yang ketiga kali. Talak ini menyebabkan suami tidak boleh merujuk istrinya, kecuali istri yang ditalak telah menikan dengan laki – laki lain setelah keduanya berhubungan intim kemudian bercerai dengan talak ba’in kubro dan telah habis masa iddahnya.

Ditinjau dari segi pengucapannya, talak dibagi menjadi dua, yaitu :

  1. Talak Sharikh

Yaitu talak yang diucapkan suami dengan menggunakan kata – kata yang jelas dan tegas tidak mengandung arti lain kecuali talak itu sendiri. Ungkapannya cukup dengan sengaja mengucapkan tidak butuh niat. Seperti dengan mngucapkan “ Aku cerai,” atau “ Kamu telah aku cerai”.

  1. Talak Kinayah

Yaitu talak yang diucapkan dengan menggunakan kata sindiran talak, kata – kata seperti ini membutuhkan niat dari yang mengucapkan. Karena, kata – kata yang diucapkan tidak menunjukkan pengertian talak. Seperti mengucapkan “ Pulanglah engkau kepada orang tuamu”.

Adapun macam – macam talak yang lain, yaitu :

  1. Talak Munjaz dan Mu’allaq

Talak Munjaz yaitu talak yang diberlakukan kepada istri tanpa adanya penangguhan. Misalnya seorang suami mengatakan kepada istrinya “ Kamu telah dicerai “. Maka istri telah ditekan dengan apa yang diucapkan oleh suaminya. Sedangkan talak Mu’allaq adalah talak yang digantungkan oleh suami dengan suatu perbuatan yang akan dilakukan oleh istrinya pada masa mendatang. Seperti suami mengatakan kepada istrinya “ Jika kamu berangkat kerja, berarti kamu telah ditalak “. Maka talak tersebut berlaku sah dengan keberangkatan istrinya untuk kerja.

  1. Talak Takhyir dan Tamlik

Talak Takhyir adalah dua pilihan yang diajukan oleh suami kepada istrinya, yaitu melanjutkan rumah tangga atau bercerai. Jika si istri memilih bercerai, maka berarti ia telah ditalak. Sedangkan talak Tamlik adalah talak dimana seorang suami mengatakan kepada istrinya “ Aku serahkan urusanmu kepadamu” atau “ Urusanmu berada ditanganmu sendiri”. Jika dengan ucapan itu istrinya mengatakan “ Berarti aku telah ditalak”, maka berarti ia telah ditalak satu Raj’i. Imam Malik dan sebagian ulama lainnya berpendapat, bahwa apabila istri yang telah diserahi tersebut menjawab “ Aku memilih talak tiga “, maka ia telah ditalak Ba’in oleh suaminya. Dengan talak tiga ini, maka si suami tidak boleh rujuk atau kembali kepada istrinya, kecuali setelah mantan istrinya dinikahi oleh laki – laki lain.

  1. Talak Wakalah dan Kitabah

Yaitu jika seorang suami mewakilkan kepada seseorang untuk mentalak istrinya atau dengan menuliskan surat kepada istrinya yang memberitahukan perihal perceraiannya, lalu istrinya menerima hal itu, maka ia telah ditalak.

  1. Talak Haram

Yaitu apabila suami mentalak istrinya dalam satu kalimat atau mentalak dalam tiga kalimat, akan tetapi dalam satu majelis. Seperti jika suami mengatakan kepada istrinya “ kamu ditalak tiga”. Atau mengatakan “ Kamu aku talak, talak dan talak “. Menurut Ijma’ Ulama, talak seperti ini diharamkan.

Dalil yang melandasinya adalah Hadist Rasulullah SAW mengenai seorang laki – laki yang mentalak tiga istrinya dalam satu kalimat. Lalu beliau berdiri dan marah seraya mengatakan “ Apakah Kitab Allah hendak dipermainkan, sedang aku masih berada di tengah – tengah kalian?” Hingga ada seseorang berdiri seraya berkata, “ Wahai Rasulullah, izinkan aku membunuhnya “ (HR. Nasa’i)


Sumber: https://astalift.co.id/samsung-pay-capai-644-juta-pengguna/