Macam-macam Permintaan

Macam-macam Permintaan Macam-macam Permintaan dan Penawaran

Macam-Macam Permintaan

a. Harga permintaan (Price elasticity of demand)

Price elasticity of demand (harga permintaan) Adalah mengukur perubahan jumlah barang yang diminta yang diakibatkan oleh perubahan harga barang tersebut.

b. Pendapatan dari permintaan (Income Elasticity Of Demand)

Adalah mengukur perubahan jumlah barang yang diminta yang diakibatkan oleh perubahan pendapatan konsumen

c. Elastisitas silang dari permintaan (Cross Elasticity of Deman)

Adalah mengukur perubahan jumlah X yang diminta yang diakibatkan oleh perubahan harga barang Y.

Permintaan mencerminkan pola perilaku konsumen dalam membeli suatu jenis barang atau jasa tertentu. Artinya : Keinginan saja tidak mencukupi syarat untuk terciptanya permintaan. Untuk mendapatkan suatu barang, konsumen harus memiliki cukup uang untuk membeli barang tersebut.

 

Permintaan terdiri dari Permintaan efektif dan Permintaan absolute. Permintaan efektif atau permintaan potensial adalah permintaan terhadap suatu barang yang disertai dengan kemampuan untuk membayar harga barang tersebut . Sedangkan Permintaan absolute adalah permintaan terhadap suatu barang yang tidak disertai dengan kemampuan untuk membayar harga barang tersebut.

Permintaan juga dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
1. Permintaan individu : yaitu permintaan yang dilakukan oleh seseorang konsumen dan
2. Permintaan pasar : yaitu penjumlahan dari permintaan-permintaan secara individu.

Berdasarkan nilainya, elastisitas permintaan dapat dibedakan menjadi lima, yaitu permintaan inelastis sempurna, inelastis, elastis uniter, elastis, dan elastis sempurna. Elastisitas Silang (Cross Elasticity). Elastisitas silang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan dengan barang tersebut. Hubungan tersebut dapat bersifat pengganti, dapat pula bersifat pelengkap. Terdapat tiga macam respons prubahan permintaan suatu barang (misal barang A) karena perubahan harga barang lain (barang B), yaitu: positif, negatif, dan nol.

a. Elastisitas silang positif
Peningkatan harga barang A menyebabkan peningkatan jumlah permintaan barang B. Sebagai contoh, peningkatan harga kopi meningkatkan permintaan terhadap teh. Kopi dan teh merupakan dua barang yang dapat saling menggantikan (barang substitutif).

b. Elastisitas silang negatif
Peningkatan harga barang A mengakibatkan turunnya permintaan barang B. Sebagai contoh, peningkatan harga bensin mengakibatkan penurunan permintaan terhadap kendaraan bermotor. Kedua barang tersebut bersifat komplementer (pelengkap).

c. Elastisitas silang nol
Peningkatan harga barang A tidak akan mengakibatkan perubahan permintaan barang B. Dalam kaus semacam ini, kedua macam barang tidak saling berkaitan. Sebagai contoh, kenaikan harga kopi tidak akan berpengaruh terhadap permintaan kendaraan bermotor.


Baca juga: