Jenis-jenis Koordinasi

Jenis-jenis Koordinasi

Adapun jenis-jenis koordinasi yaitu:

  1. Koordinasi vertikal (vertical coordination) adalah kegiatan-kegiatan penyatuan, pengarahan yangdilakukan oleh atasan terhadap kegiatan unit-unit, kesatuan-kesatuan kinerja yang ada dibawah wewenang dan tanggung jawab. Tegasnya atasan mengkoordinasikan semua aparat yang ada dibawa tanggungjawabnya secara langsung.koordinasi vertikal ini secara relatif mudah dilakukan,karena atasan dapat memberikan sanksi kepada aparat yang sulit diatur.
  2. Koordinasi horisontal (horizontal coordination) adalah koordinasi dilakukan terhadap tindakan-tindakan atau kegiatan-kegiatan penyatuan, pengarahan dilakukan kegiatan-kegiatan penyatuan, pengarahan yang dilakukan terhadpa kegiatan-kegiatan dalam tingkat organisasi (aparat) yang setingkat. Koordinasi horisontal ini di bagi.[19]

Sedangkan menurut Komaruddin membagi koordinasi sebagai berikut:

1)      Koordinasi Vertikal

Koordinasi vertikal ialah koordinasi yang dilakukan oleh Kepala Sekolah kepada atasannya dan kepada bawahannya. Misalnya, koordinasi Kepala Sekolah dengan Kepala Dinas Pendidikan dan atau bawahannya.

2)      Koordinasi Fungsional

Koordinasi Fungsional ialah koordinasi yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dengan Kepala Sekolah lainnya yang tugasnya saling berkaitan berdasarkan asas fungsionalisasi.

  1. a)Koordinasi Fungsional dibedakan atas:

(1)   Koordinasi fungsional horizontal, koordinasi ini dilakukan oleh Kepala Sekolah dengan Kepala Sekolah lainnya yang setingkat. Misalnya, Kepala SMPN 1 dengan Kepala SMPN 2.

(2)   Koordinasi fungsional diagonal, koordinasi ini dilakukan oleh Kepala Sekolah dengan Kepala Sekolah lain yang lebih rendah atau lebih tinggi tingkatannya. Misalnya, Kepala SMPN 1 dengan Kepala SDN 57 atau dengan staffnya.

(3)   Koordinasi fungsional teritorial, koordinasi ini dilakukan Kepala Sekolah dengan pejabat atau Kepala Sekolah lain yang berada dalam wilayah tertentu dimana semua urusan yang ada dalam wilayah tersebut menjadi kewenangan dan tanggung jawab Kepala Sekolah bersangkutan selaku penguasa atau penanggung jawab tunggal. Misalnya, Kepala SMP  Percobaa dengan Kepaa-Kepala SMP Target di Kabupaten yang telah ditentukan.[20]

Berbagai jenis koordinasi yang telah diutarakan sebelumnya semua hampir sama namun kemudian pada hakikatnya, ini semua tetap berlandaskan kepada koordinasi yang baik antara pimpinan dan bawahan dalam suatu organisasi agar komunikasi berjalan lancar sesuai dengan perencanaan sebelumnya.

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Berdasarkan dari pembahasan sebelumnya maka dapat di tarik sebuah kesimpulan yaitu:

  1. Komunikasi
  2. Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai komponen dasar sebagai berikut: pengirim pesan, penerima pesan dan pesan. Semua fungsi manajer melibatkan proses komunikasi. Proses komunikasi dimulai dengan adanya pengirim pesan yang mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang agar dapat dipahami sesuai apa yang ia sampaikan. Kemudian pesan (informasi) tersebut disampaikan melalui isyarat (simbol), baik verbal (kata-kata) maupun non verbal (bahasa tubuh) melalui media komunikasi langsung (tatap muka), TV, Radio, internet, dll. Setelah pesan diterima melalui indera, maka si penerima mengartikan, atau menterjemahkan agar dapat dipahami olehnya. Setelah pesan tersebut dimengerti, maka ada tanggapan atau isyarat yang berisi pesan dari penerima agar pengirim pesan tahu dampak pesannya terhadap penerima pesan (balikan). Disamping proses komunikasi diatas, juga ada gangguan yang menghalangi suatu proses komunikasi yang akibatnya penerima salah mentafsirkan pesan/isyarat tersebut.
  3. Unsur-unsur komunikasi adalah:

1)      Sumber

 

https://bugscode.id/robot-defense-apk/