Gelar Aksi Telusur Lebak Pilar Dukung Program Botak

Gelar Aksi Telusur Lebak Pilar Dukung Program Botak

 

Gelar Aksi Telusur Lebak Pilar Dukung Program Botak

Universitas Paramadina bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor

Komunitas Bogor Clean Action, SMA Negeri 5 Kota Bogor dan Ford Foundation menggelar aksi Telusur Lebak Pilar 2018 di Taman Ekspresi, Kota Bogor, Rabu (19/12/2018).

Kegiatan yang diikuti hampir 90 orang dari mahasiswa Paramadina, siswa SMA Negeri 5 Kota Bogor dan Komunitas Bogor Clear Action ini akan menelusuri sepanjang sungai Ciliwung yang berada di Lebak Pilar Sempur untuk memungut sampah-sampah yang ada di pinggir sungai didampingi Lurah Sempur, Rena Da Frina.

Rektor Universitas Paramadina

Prof. Firmanzah mengatakan, kegiatan ini merupakan program kemitraan lintas sektor di bidang lingkungan hidup yang kali pertama dilakukan Universitas Paramadina di Kota Bogor. Pasalnya, kegiatan ini juga sebagai wujud dukungan dari Universitas Paramadina atas upaya Pemkot Bogor untuk mengurangi sampah plastik dengan programnya Bogor Tanpa Kantong Plastik (Botak).

“Kami sangat setuju Bogor menuju kota yang bebas kantong plastik karena dengan membenahi dari hulu akan berdampak ke hilir (Jakarta-red),” ujarnya. kata kata motivasi bahasa inggris untuk pelajar

Telusur Lebak Pilar

Ia menuturkan, kegiatan Telusur Lebak Pilar ini juga sekaligus mengedukasi mahasiswa dan siswa agar selalu membuang sampah pada tempatnya dan tidak segan memungut sampah baik yang ada di jalan ataupun di sungai. Tak ayal, setelah kegiatan memungut sampah, ada Talkshow edukasi lingkungan di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor. Ia juga memastikan gerakan menjaga lingkungan ini tidak berhenti sampai disini, melainkan akan terus dilakukan di lokasi berbeda.

“Mungkin nanti gerakan memungut sampah plastik ini bisa dilakukan di sepanjang jalur puncak yang memang banyak sampah berserakan disana,” imbuhnya.

Wali Kota Bogor

Bima Arya menyebut, setiap hari Kota Bogor menghasilkan 700 ton sampah yang 1,7 ton diantaranya merupakan sampah plastik yang tidak akan terurai sementara sisanya 30 persen sampah tidak terangkut. Hal inilah yang membuat Kota Bogor berjuang mengolah sampah dengan cara mengedukasi warga untuk memilah dan memilih sampah organik dan anorganik melalui bank sampah.

“Selain itu, kami juga menerapkan kebijakan baru Bogor Tanpa Kantong Plastik (Botak). Jadi sekarang Toko Modern dan Pusat Perbelanjaan sudah tidak boleh memakai kantong plastik dan warga bisa membawa kantong ramah lingkungan sendiri dari rumah sebagai upaya mengurangi sampah plastik,” pungkasnya.