Definisi dan Ruang Lingkup Ekonomi Islam

 Definisi dan Ruang Lingkup Ekonomi Islam

Sebelum mengetahui arti dari ekonomi Islam, kita mesti tahu terlebih dahulu dengan arti ekonomi. Menurut para ekonom barat, ekonomi merupakan suatu perilaku masyarakat dalam menggunakan sumber daya yang terbatas (langka) dalam rangka memproduksi berbagai komoditi, untuk kemudian disalurkan (didistribusikan) komoditi tersebut kepada berbagai individu/personal dan kelompok yang ada dalam masyarakat.

Menurut Sulaiman (1985), ekomomi adalah sebagai ilmu yang menerangkan cara-cara menghasilkan, mengedarkan, membagi dan memakai barang dan jasa dalam masyarakat sehingga kebutuhan materi masyarakat dapat terpenui sebaik-baiknya.

Dalam perpektif Islam, an Nabhani (1986) memaparkan yang mengambil maka istilah ekonomi sebagai kegiatan mengatur urusan harta kekayaan, baik yang menyangkut kepemilikan, pengembangan maupun distribusi.

Beberapa ahli telah banyak mendefinisikan tentang apa yang dimaksud dengan ekonomi Islam. Tetapi pada dasarnya ekonomi Islam merupakan bagian dari suatu ilmu pengetahuan yang berupaya memandang, meninjau, meneliti yang pada akhirnya menyimpulkan dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan ekonomi dengan cara-cara (ajaran-ajaran) yang Islami. Oleh karena itu, ekonomi Islam menitikberatkan segala aspek ontologinya pada ajaran agama Islam.

Dengan demikian, para ahli memberikan penegasan, bahwa ruang lingkup dari ekonomi Islam adalah masyarakat Muslim atau komunitas negara Muslim itu sendiri. Artinya, ia mempelajari perilaku ekonomi dari masyarakat atau negara muslim di mana nilai-nilai ajaran Islam dapat diaplikasikan. Dan menurut Yuliadi (2001), titik tekan ilmu ekonomi Islam adalah bagaimana Islam memberikan pandangan dan solusi atas berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi
umat secara umum.

Menurut Anto (2003), yang meyampaikan definisi ekonomi Islam dari berbagai referensi, memaparkan:

  1. Ekonomi Islam didefinisikan sebagai cabang ilmu yang membantu merealisasikan kesejahteraan manusia melalui alokasi dan distribusi sumber daya yang langka, yang sejalan dengan ajaran Islam, tanpa membatasi kebebasan individu ataupun menciptakan ketidakseimbangan makro dan ekonologis (Chapra, 1996; hlm. 33).
  2. Ekonomi Islam adalah suatu ilmu aplikasi petunjuk dan aturan syari’ah yang mencegah ketidakadilan dlam memperoleh dan menggunakan sumber daya material agar memenuhi kebutuhan manusia dan agar dapat menjalankan kewajibannya kepada Allah dan masyarakat (Hasanuzzaman, 1984; hlm. 18).
  3. Ekonomi Islam memusatkan perhatian pada studi tentang kesejahteraan manusia yang dicapai dengan mengorganisasikan sumber daya di bumi atas dasar kerja sama dan partisipasi (Khan, 1994; hlm. 33).

Menurut an Nabhani, ekonomi adalah sebagai suatu kajian studi yang bersifat universal, artinya tidak terkait dengan sebuah ideologi tertentu. Karena ia dapat
dikembangkan dan diadopsi dari manapun selama tidak kontradiktif dengan system ekonomi yang diatur Islam. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW, “kalian lebih tahu tentang urusan dunia kalian”, yang berarti boleh untuk
mengembangkan kemampuan produksi secara kualitas maupun kuantitas.

Ilmu ekonomi Islam adalah sebuah sistem ekonomi yang menjelaskan segala fenomena tentang perilaku pilihan dan pengambilan keputusan dalam setiap unit ekonomi dengan memasukkan aturan syari’ah sebagai variabel independen (ikut
mempengaruhi segala pengambilan keputusan ekonomi). Dengan demikian, semua ilmu ekonomi kontemporer yang telah ada bukan berarti tidak sesuai dengan ilmu ekonomi Islami dan juga tidak berarti semuanya sesuai dengan ilmu ekonomi Islam. Selama teori yang ada sesuai dengan asumsi dan tidak bertentangan dengan hukum syari’ah, maka selama itu pula teori tersebut dapat dijadikan sebagai dasar untuk membentuk teori ekonomi Islam.

Sumber :

https://finbarroreilly.com/