Apa itu Devisa?

Apa itu Devisa?

pernahkah kamu mendengar arti Tenaga Kerja Indonesia atau disingkat TKI? Yup, itu adalah sebutan untuk para warga Indonesia yang bekerja di luar negeri. Tahukah kamu bahwa mereka kerap disebut sebagai pahlawan devisa, lho. Kok bisa? Jadi, TKI yang bekerja pasti memperoleh pendapatan dong, penghasilannya dalam bentuk mata uang asing yang digunakan di negara mereka bekerja tentunya. Umumnya, para TKI ini dapat mengirimkan beberapa penghasilannya ke tanah air. Nah, saat mengirimkan uang ke Indonesia, dapat terjadi sumbangan kepada devisa negara. Karena mereka wajib “membeli’ Rupiah bersama dengan mata uang di mana mereka bekerja, akibatnya devisa negara pun bertambah.

Devisa adalah semua barang yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran internasional. Terdiri berasal dari valuta asing, yaitu mata uang yang dianggap oleh semua negara lain di dunia. Contohnya adalah US Dollar ($), Yen Jepang, Euro, Poundsterling Inggris, Prancis-Franc, Switzerland-Franc, Dollar-Canada, DM (Deutshe Mark)- Germany, emas, dan juga surat miliki nilai yang berlaku untuk pembayaran internasional.

Kira-kira pendapatan TKI ini masuk terhadap devisa jenis apa ya, Squad? Yuk, cari sadar jenis-jenis devisa yang digolongkan berdasarkan berasal dari sumber dan wujudnya:

a. Jenis Devisa Berdasarkan Sumbernya

1. Devisa Kredit

Devisa yang berasal berasal dari kredit (pinjaman) luar negeri. Contohnya, pemerintah memperoleh pinjaman berasal dari Bank Dunia, kredit itu disalurkan ke masyarakat dalam bentuk devisa kredit.

2. Devisa Umum

Devisa yang dapat diperoleh tanpa ada kewajiban untuk mengembalikannya. Contoh: ekspor, penyelenggaraan jasa-jasa, dan penerimaan modal.

b. Jenis Devisa Berdasarkan Wujudnya

1. Devisa Kartal

Devisa yang berwujud uang logam dan uang kertas.

2. Devisa Giral

Devisa yang berwujud surat-surat berharga. Misalnya wesel, cek, cek perjalan (travellers cheque), IMO (Internasional Money Order) dan lain-lain.

selain berasal dari TKI ada sumber-sumber devisa lainnya lho, antara lain:

1. Kegiatan ekspor

Kegiatan ekspor (pengiriman barang ke luar negeri) adalah keliru satu andalan negara untuk memperoleh devisa. Semakin banyak ekspor barang atau jasa, maka semakin besar pula pemasukan devisa bagi negara.

2. Perdagangan jasa

Negara yang bergerak dan mengandalkan perdagangan jasa merupakan negara yang tidak kaya bersama dengan sumber daya alam. Contohnya, Singapura yang mengandalkan jasa perdagangan sebagai sumber utama devisa. Beberapa semisal jasanya layaknya pengiriman barang, perbankan, bandar udara, pelabuhan kapal laut dan kapal-kapal layar ke luar negeri, dan lain sebagainya.

3. Kegiatan pariwisata

Devisa diperoleh berasal dari kunjungan turis mancanegara. Nah, turis asing dapat menukarkan mata uang negara asal bersama dengan mata uang negara yang dikunjungi. Sehingga valuta asing yang ditukarkan bersama dengan mata uang negara tersebut merupakan devisa. Semakin banyak turis yang berkunjung ke suatu negara maka semakin banyak pula devisa dapat mengalir ke negara tersebut.

4. Pinjaman luar negeri (bantuan luar negeri)

Pinjaman luar negeri jadi sumber devisa khususnya bagi negara-negara yang sedang berkembang. Pinjaman tersebut umumnya digunakan untuk membiayai kegiatan impor barang atau jasa.

5. Hibah dan hadiah berasal dari luar negeri

Hibah atau hadiah merupakan sumber devisa yang sifatnya tidak mengikat. Jika hibah yang di terima berwujud mata uang asing, maka dapat tingkatkan cadangan devisa suatu negara.

7. Bunga atau pendapatan berasal dari investasi

Warga negara yang membawa investasi, tabungan, atau perusahaan di luar negeri pasti dapat memperoleh devisa kalau investasi atau perusahaannya itu memberi keuntungan.

Baca Juga :